BERITA
PENDATAAN
GALERY SEKOLAH
DOWNLOAD

Latest Stories

Tampilkan postingan dengan label INFO KITA. Tampilkan semua postingan

MANUAL APLIKASI PENDAFTARAN CALON PESERTA UN 2016

Panduan Manual Aplikasi Pendaftaran Calon Peserta Ujian Nasional Tahun 2016 Berbasis Dapodik (Cara Daftar) ini dilengkapi dengan Juknis Pendataan Peserta UN terbaru tahun 2016.

Download Buku Panduan Tips Metode Pra Keaksaraan Untuk Anak Usia Dini (PAUD) [Dokumen Pendidikan]
 Panduan Teknis Cara Memahami Buku Siswa dan Buku Guru Kurikulum 2013 SD
Pendaftaran Calon Peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2016 akan menggunakan data Peserta Didik yang terdaftar di Aplikasi Dapodik. Sekolah yang melaksanakan prosedur pendaftaran calon peserta UN melalui Aplikasi Dapodik adalah sekolah yang berada di bawah naungan KEMENDIKBUD dengan bentuk pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.

Sekolah diharapkan segera memeriksa kelengkapan dan kemutakhiran data peserta didik calon peserta UN di Aplikasi Dapodik seperti identitas pribadi peserta didik, NISN, dan data orang tua peserta didik. Verifikasi data peserta didik yang menjadi Calon Peserta UN dapat dilakukan di website Manajemen UN.

Data hasil verifikasi calon peserta UN (Daftar Calon Peserta, DCP) di website manajemen diserahkan oleh sekolah kepada Panitia UN di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Panitia UN di Kabupaten/Kota akan memproses DCP yang diberikan sekolah untuk diproses menjadi data Peserta Ujian Nasional oleh Panitia UN Pusat.

Untuk sekolah dengan bentuk pendidikan SDLB, SMPLB, SMLB, dan SLB tidak menggunakan prosedur di atas namun memiliki prosedur tersendiri sesuai arahan panitia UN. Mari bersama kita sukseskan Ujian Nasional Tahun 2016!
Ini dia Alur Pendataan UN 2016


Pada Panduan Manual Aplikasi Pendaftaran Calon Peserta Ujian Nasional Tahun 2016 Berbasis Dapodik ini mencakup :

1. PENDAHULUAN
2. PIHAK TERKAIT
3. ALUR PENDATAAN UN 2016
4. PERAN
5. PANDUAN PENGGGUNAAN WEBSITE MANAJEMEN DATA CAPESUN

DOWNLOAD MATERI GURU PEMBELAJAR MODUL SD KELAS TINGGI

Guru memiliki tugas, fungsi, dan peran yang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Supaya dapat melaksanakan tugas, fungsi dan peran tersebut, guru perlu untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan. Sebagai langkah mengaktualisasikan guru professional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program kegiatan Guru Pembelajar (GP).

Program GP merupakan kegitan yang penting bagi pengembangan diri guru. Karena jumlah guru yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, maka dikembangkan sistem GP secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang kemudian disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan). Dengan penggunaan moda daring ini, diharapkan semua guru peserta dapat secara aktif dalam mengakses sumber belajar, belajar secara individu sesuai kebutuhan, dan dapat saling berbagi pengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan guru lainnya).

Berikut ini kumpulan materi lengkap yang harus di pelajari Guru Pembelajar khusus SD Kelas Tinggi yang dapat di unduh dan dipelajari secara offline.

Kebijakan Baru dalam Program Sertifikasi Guru Tahun 2016


Dua Kebijakan Baru dalam Program Sertifikasi Guru Tahun 2016  16 September 2016  ← Back
Jakarta, Kemendikbud --- Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan  dua kebijakan baru  dalam program sertifikasi guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Dua kebijakan baru itu adalah peningkatan batas nilai syarat kelulusan, dan ketentuan dapat mengulang ujian sertifikasi bagi guru yang tidak lulus ujian.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, nilai kelulusan guru dalam ujian sertifikasi minimal harus 80 dari total nilai 100. “Kalau tahun lalu minimal 42 (sudah lulus),” ujarnya di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Ia mengatakan, kebijakan itu diterapkan berdasarkan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy setelah mendapatkan laporan dari Bank Dunia. Pria yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan, Bank Dunia merilis hasil penelitiannya yang menemukan data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai uji kompetensi guru (UKG) antara guru yang sudah tersertifikasi dengan guru yang belum tersertifikasi.

“Karena itu kita tingkatkan batas kelulusannya,”  ujar Pranata.

Ia menuturkan, kebijakan baru yang kedua adalah ketentuan bahwa guru yang tidak lulus ujian sertifikasi dapat mengulang lagi untuk mengikuti ujian, tanpa perlu mengulang PLPG. “Tahun ini bisa mengulang (ujian), tidak perlu PLPG lagi, cukup belajar mandiri, yang kita gerakkan sebagai program Guru Pembelajar,” tuturnya.

Pranata juga menambahkan, guru cukup mengikuti PLPG sebanyak satu kali. Jika guru tersebut tidak lulus ujian sertifikasi, maka dapat mengikuti ujian lagi maksimal empat kali tanpa harus mengulang PLPG. Ujian sertifikasi guru dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.

“Jadi sistemnya seperti TOEFL. Kalau tidak lulus bisa mengulang lagi di lembaga yang terakreditasi, dalam hal ini LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan). Jadi guru bebas belajar di mana saja dan dengan siapapun untuk mengulang ujian sertifikasi,” ujarnya.

Menurut Pranata, sosialisasi kebijakan baru program sertifikasi guru itu sudah dilakukan sejak tahun lalu ke guru-guru dan rektor-rektor PTN yang jadi LPTK. Hal tersebut diakui Rektor Universitas Negeri Medan, Syawal Gultom. “Sejak bulan Maret lalu sudah kami sampaikan ke guru, termasuk kurikulumnya, apa saja yang harus dipelajari,” katanya. Hal senada juga diungkapkan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rochmat Wahab. “Karena sudah jadi konvensi bersama, akan kita jalankan,” ujarnya.

PLPG tahun 2016 akan diselenggarakan mulai Oktober 2016, dan diharapkan kelulusan guru-guru peserta PLPG 2016 akan rampung pada Desember 2016. Tahun ini PLPG akan diikuti 69.259 guru, baik yang diangkat sebelum tahun 2005, maupun setelah tahun 2005.  (Desliana Maulipaksi)

Sumber :



Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1 kali

BAGAIMANA BUNGLON BERUBAH WARNA ???


Pernahkah kamu melihat bunglon ? Betul sekali, binatang yang dapat merubah warna tubuhnya. Bunglon terkenal sebagai reptil yang dapat berubah warna sesuai lingkungannya. Bunglon dapat berubah warna mengikuti kuat lemahnya cahaya matahari, perubahan suhu, mendapat ancaman dari pemangsa atau ketika jatuh cinta.

Lalu bagaimana bunglon mengubah warna tubuhnya ? Tepat di bawah kulit bunglon terdapat lapisan pigmen warna merah atau kuning, lalu lapisan pigmen biru atau putih di bagian lebih dalam. Pigmen adalah sel warna yang memberi warna pada kulit. Sel warna ini akan keluar atau ditahan mengikuti perintah dari otak bunglon.





Dengan dapat diaturnya pengeluaran dan pengurangan sel warna ini, bunglon dapa berubah warna sesuai kehendaknya menjadi merah, coklat, kehijauan, kebiruan, kekuningan, biru tua dan lain-lain. Sel pigmen bunglon akan menghasilkan pigmen untuk kulit bunglon sehingga bunglon dapat berubah warna setiap saat.